Sumsel Kreatif adalah situs berita dan agensi yang menyediakan informasi berita up to date.
Beli Tema Ini

Kelurahan Ogan Baru Palembang Butuh Akses Jalan dan Lampu

Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang ternyata memiliki destinasi wisata religi.

Yakni Masjid Syekh Muhammad Azhari. Merupakan masjid tertua nomor enam di Palembang. Lokasinya di Pulau 1000 dan dibangun pada 1893. Hanya saja kondisi jalan menuju masjid tersebut belum memadai.  

Lurah Ogan Baru, Edi Alpian, mengatakan untuk menuju ke lokasi destinasi wisata masjid tersebut, masyarakat hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua atau menggunakan perahu.

“Akses menuju kesana sangat minim, jalannya yang hanya bisa di lewati oleh motor dan perahu, membuat destinasi wisata masjid ini sepi pengunjung,” ujar Edi, Rabu (14/6/2023).

Dia mengatakan, bukan hanya akses jalan yang sempit dan butuh pelebaran, di sana juga tidak ada lampu jalan, sehingga ketika malam akses menuju masjid tersebut masih rawan.

“Nah tahun lalu saya sudah mengajukan pemasangan lampu jalan sebanyak 18 titik di lokasi tersebut,” kata Edi, seraya menambahkan, 

Tapi, hingga sekarang usulan pemasangan lampu belum terwujud. Untuk diketahui, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati terpilih mewakili Kota Palembang dalam lomba kelurahan di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

“Kita sudah siapkan paparannya, masih menunggu jadwal dari pihak provinsi. Mudah-mudahan bisa kembali menang dan mewakili Provinsi Sumatera Selatan untuk tingkat nasional,” kata Edi.

Dia menambahkan, pada lomba ini pihaknya mengunggulkan pemberdayaan masyarakat khususnya pembinaan pengrajin di Kelurahan Ogan Baru.

“Di sini banyak pengrajin. Ada pengrajin songket, meja belajar, kandang ayam, tirai, dan lain-lain,” Edi menuturkan.

Ia melanjutkan, pihaknya juga aktif membuat program potensi desa dan kelurahan (Prodeskel).

“Saya aktif membuat prodeskel. Ini membuat potensi desa dan kelurahan. Ternyata, aplikasi dari Kemendagri ini juga menjadi salah satu perhatian,” ujarnya.

Edi menambahkan, pihaknya juga rutin menggelar pelayanan kesehatan langsung ke warga.

“Khususnya warga yang berada jauh dari Puskesmas seperti di kawasan Pulau Seribu. Setiap sebulan sekali, ada petugas kesehatan yang datang ke sana,” demikian Edi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *